kencan-online-ilustrasi

Ketahui 5 Cara Mudah Menghindari Penipuan di Situs Kencan Online Berikut ini!

Maksud hati ingin menemukan tambatan hati melalui situs online, tapi tidak sedikit yang justru menjadi korban penipuan. Pesatnya perkembangan teknologi tidak dipungkiri menjadi cara baru bagi orang-orang tidak bertanggungjawab menyalahgunakannya demi kepentingan pribadi. Selain membuat resah, aksi penipuan melalui kencan online bisa berujung merugikan dari segi materiil dan non-materiil. Agar terhindar dari aksi penipuan saat mencari pasangan melalui situs kencan online, berikut beberapa tips sederhana yang bisa Anda ikuti.

Ketahui Minat dan Kesukaannya

Semakin banyak informasi mengenai minat dan kesukaan lawan jenis di situs kencan online, tentu bisa menjadi bahan pembicaraan yang menarik bagi Anda berdua. Jangan canggung untuk menanyakan hal-hal baru yang mungkin saja tidak Anda pahami dari minat atau kesukaan teman “kencan”. Hindari pertanyaan-pertanyaan atau topik pembicaraan yang terlalu personal atau bahkan terlalu serius hingga membuat calon pasangan tidak mau lagi membalas pesan Anda.

Jangan Terburu-buru

Sudah cukup banyak informasi didapat dan Anda merasa sudah banyak mengenal hal-hal yang disukai dan tidak disukainya? Usahakan untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan untuk mengencaninya. Bukan hanya ingin cepat-cepat menjadikannya pasangan, mungkin ada rencana untuk mengajaknya ‘kopi darat’. Percakapan yang cukup intens dengan bahan obrolan menarik bisa menjadi salah satu cara untuk mengajaknya bertatap muka secara langsung.

Kroscek Akun Media Sosial

Tidak sedikit pengguna akun kencan online hanya ‘setia’ pada satu layanan saja. Usahakan untuk mengecek profilnya di situs kencan online lainnya. Hal ini menjadi salah satu cara bagi Anda untuk mencocokkan sejauh mana kebenaran hal-hal yang dikatakannya. Selain itu Anda juga bisa memanfaatkan akun media sosial lainnya, seperti Facebook, Twitter, dan lainnya untuk mencari tahu seperti apa sosok yang selama ini Anda kenal secara virtual.

Anda bisa langsung menanyakan akun sosial medianya, atau mencoba peruntungan dengan mengetikkan namanya di fitur pencarian untuk menelusuri karakternya secara diam-diam. Semakin banyak informasi yang Anda dapatkan melalui sejumlah akun media miliknya sosial, maka kian Anda mengenal bibit, bebet, dan bobotnya.

Gunakan Cara Komunikasi Lain

Meski sudah merasa nyaman berbincang-bincang menggunakan satu layanan kencan, tidak ada salahnya Anda saling bertukar kontak. Misalnya, Anda bisa memulai dengan saling bertukar akun layanan chatting tertentu yang lebih familiar digunakan sehari-hari. Saat bosan mengetik pesan, tidak ada salahnya Anda menggunakan layanan VoIP (Voice Over Internet Protocol) untuk mendengar suaranya melalui sambungan telepon berbasis internet atau melakukan panggilan video.

Sebaiknya lakukan cara ini jika Anda sudah benar-benar merasa nyaman menjadi teman bicaranya. Karena dengan mendengar suara atau melihat wajahnya melalui panggilan video, maka Anda bisa memperkecil kemungkinan menjadi korban penipuan.

`Kopi Darat` di Pusat Keramaian

Ketika sudah merasa semakin “nyambung” dengan berbagai topik pembicaraan, Anda bisa memulai mengajaknya bertemu secara langsung. Usahakan untuk mengenakan pakaian yang sopan dan menjadi diri Anda sendiri seperti yang selama ini ia temui di layanan kencan online. Sebaiknya pilih tempat yang nyaman dan berada di pusat keramaian. Jangan sungkan untuk mengajak teman jika Anda khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Bagi kaum perempuan, sebaiknya tolak tawaran untuk diantar pulang jika Anda baru pertama kali bertemu.

Stop…!

Semakin sering berkomunikasi, tidak menjamin akan ada rasa suka dan berujung pada kencan antara Anda dan si dia. Sebaiknya hentikan komunikasi saat ia mulai menebar ‘janji surga’ ke Anda. Misalnya berjanji untuk segera menikahi padahal baru bertemu sekali dan mengenalnya melalui situs kencan online selama setahun. Ingat, apa saja yang Anda ketahui di dunia digital belum menjamin sepenuhnya kenyataan akan sama seperti yang dialami di dunia nyata. Selain mulai menebar janji, usahakan untuk memutuskan komunikasi saat calon teman kencan Anda memaksakan kehendak, mulai dari memaksa waktu untuk bertemu hingga meminta mengirimkan sejumlah uang.

Usahakan untuk tetap memakai akal sehat dan tidak ada salahnya Anda bercerita mengenai teman yang dikenal online kepada teman atau kakak. Bukan hanya menebar janji dan memaksakan kehendak, sebaiknya Anda juga tidak lagi berkomunikasi dengan teman kencan saat ia mulai mengatur hidup Anda.

Pernahkan Anda berpikir jika baru mengenalnya secara digital saja sudah banyak mengatur, bagaimana saat Anda mengenalnya di dunia nyata?