gambar-kata-kata-sedih-buat-gebetan-yang-menolak-pacaran

Jangan Ulangi, 5 Tanda Permintaan Maaf Pria Basa Basi Berikut ini

Seringkali sudah jadi karakter bahwa pria cenderung egois dan maunya menang sendiri. Salah atau benar, bagi mereka gengsi tetaplah diatas itu semua. Saat menyadari bahwa ia bersalah, atau karena gengsi, pria-pria cenderung tidak meminta maaf kepada Anda, meskipun sudah jelas bahwa ia bersalah. Atau malah mungkin ia justru minta maaf terlalu sering untuk menutupi rasa gengsi tersebut.

Sobat Wanita Cinta Sejati, tahukah anda tanda-tanda bahwa permintaan maaf pria tersebut sekedar basa basi? Bagi pria, demi menjaga hubungan cinta kalian tetap harmonis, ada baiknya anda tidak mengulangi lagi permintaan maaf basa basi berikut ini:

Ia Kurang Mengerti Mengapa Ia Harus Meminta Maaf

Cara-Minta-Maaf-Sama-Pacar

Seperti uraian diatas tadi, ia tidak tahu bahwa ia bersalah. Jadi ia hanya melontarkan “aku minta maaf”. “Kata ‘maaf’ jika hanya disampaikan seperti itu, tanpa ada penjelasan lain, itu sama seperti balon tanpa tali. Balon itu ibarat ia tahu mengapa ia menyakiti Anda tapi ia tidak menunjukkan kepedulian atas apa yang ia lakukan, mengapa itu salah, dan mengapa hal itu mempengaruhi perasaan Anda. Bahkan, ia mungkin tidak tahu apa kesalahan yang telah ia lakukan. Seharusnya, permintaan maaf itu hanya awalan. Dan harus diikuti dengan penjelasan, mengapa ia meminta maaf.

Ia Membuat Keadaan Seolah Ia Lebih Terluka

pasangan

Empati adalah kunci dari permintaan maaf, namun harus diletakkan pada posisi yang tepat. Seorang pria yang meminta maaf dengan tambahan kalimat “aku juga terluka, aku juga mengalami dampak buruk dari kejadian itu”, akan memberikan kesan bahwa ia tidak seharusnya meminta maaf atas hal yang melukainya itu. Seharusnya anda menggantinya dengan kalimat yang memberikan kesan lebih tulus, yaitu “aku minta maaf, aku salah, aku mengalami hal buruk karena itu, dan tidak seharusnya kamu terlibat dalam masalah ini”, kedengarannya lebih “manusiawi” kan?

Permintaan Maaf Berlebihan

Untuk menunjukkan permintaan maaf, tidak selalu dengan berlutut, namun jika ia berlutut, sambil memohon-mohon agar Anda memaafkannya, di depan banyak orang, berkali-kali, dan ia tampak menikmati apa yang sedang ia lakukan, bisa berarti itu hanya omong kosong. Permintaan maaf yang terlalu dramatis, tanpa usaha untuk menjelaskan bagaimana ia akan berubah kelak, justru terkesan tidak tulus. Yang paling penting adalah, Anda harus dibuat yakin bahwa ia tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi.

Perbuatannya Tidak Sesuai Dengan Janjinya

62089_pria_bohong_663_382

Butuh waktu memang untuk membuktikan hal ini, namun seorang pria yang mengatakan akan berusaha untuk melakukan segala sesuatunya lebih baik lagi, hanya dapat dinilai dari apa yang dilakukan selanjutnya, bukan? Dan jika yang terjadi justru sebaliknya, makin jelas bahwa permintaan maafnya dulu tidak tulus, dan yang lebih parah, ia tidak bisa bertanggung jawab atas apa yang telah ia katakan.

Ia Ingin Anda Segera Melupakan Masalah Ini

Dengan kata lain, jika Anda move on dari masalah tersebut, Anda juga tentu bisa melupakan kesalahan yang telah ia lakukan bukan? Tahukah Anda, seorang pria yang tulus meminta maaf, dan ingin Anda benar-benar memaafkannya, pasti akan menyadari bahwa Anda butuh waktu hingga dapat sepenuhnya melupakan masalah tersebut, dan kesalahannya.

Hayo, Sobat wanita Cinta Sejati, Apakah selama ini Anda tertipu? Semoga tidak ya. Dan semoga informasi ini bermanfaat.