ternyata-efek-bercinta-tak-sama-dengan-olahraga

Anda tidak Sempat Berolahraga, Seks bisa Jadi Alternatif Penggantinya, Benarkah?

Ada teori kesehatan yang mengaitkan bahwa seks itu setara capeknya dengan olahraga. Jika memang benar bagaimana dengan kalorinya? Seringkali keringat yang dikeluarkan saat seks dan olahraga itu sama banyaknya. Namun apakah memang sama? Simak uraian lengkap berikut ini:

Seks yang Sehat etara dengan Olahraga rutin

Saat orang melakukan variasi gerakan seks, hal itu sama dengan urutan seseorang sedang melakukan aktivitas olahraga. Misalnya nih, seseorang dapat membuang 100 kalori dengan yoga. Maka seks dengan gerakan seperti posisi berdiri, doggy style, missionaris, arch, bridge dan gaya lotus bisa menggantikannya. Tentu, waktu yang diperlukan jauh lebih lama daripada yoga.

Rutin Aktivitas Seks membuat jantung lebih sehat.

Adrenalin dan debaran jantung yang didapat saat seks itu membawa manfaat yang sama dengan kegiatan jogging di pagi hari. Karena itu, gak salah bagi pasangan yang sudah menikah dianjurkan untuk melakukan paling tidak seks seminggu dua kali. Hal ini dapat membuat pernikahan bahagia sekaligus mengurangi risiko penyakit jantung.

Seks yang Sehat Mengurangi stress

Sama seperti olahraga yang fungsinya untuk kesehatan tubuh, seks juga mengeluarkan hormon yang sama. Hormon yang dikeluarkan saat seks dapat membuat pasangan merasa rileks. Selain itu, seks yang teratur dan diimbangi dengan makanan yang sehat dapat membuat tubuh lebih sehat dan hidup lebih bahagia.

Seks yang Sehat bisa meningkatkan kualitas tidur.

Olahraga itu baiknya dilakukan pada pagi hari, di mana udara masih segar. Sedangkan kalau malam, kamu bisa menggantinya dengan seks. Jika olahraga malam hari, risiko insomnia, nyeri sendi atau gangguan pernapasan dapat mampir ke kamu. Beda dengan seks, kegiatan menyenangkan dengan pasangan ini bisa membuat tubuhmu rileks, bahagia dan tidur lebih nyaman. Otomatis, kamu akan bangun lebih segar untuk menjalani kegiatan di esok harinya.

Nah, sekarang paham kan mengapa seks identik dengan olahraga?